Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia
Divisi PPIM
Forum Threads
Newest Threads
Gimana Tanggapan And...
wow gold
Kegiatan Ramadhan di...
Kegiatan Ramadhan di...
Hottest Threads
Gimana Tanggapan ... [4]
wow gold [4]
Kegiatan Ramadhan... [0]
Kegiatan Ramadhan... [0]
Latest Articles
PPI Olympic 2008 dan...
Zakat untuk Mengenta...
Sukuk Sebagai Instru...
Kisah seekor kelinci
Manfaat Wudhu
Users Online
Guests Online: 1
No Members Online

Registered Members: 120
Unactivated Members: 13
Newest Member: fauzan
Last Seen Users
dinita 3 days
admin 6 days
Tengku Afriz...15 weeks
Alee16 weeks
alvin_131018 weeks
Chris18 weeks
Faisal19 weeks
dnan0219 weeks
bestcar1919 weeks
doel23420 weeks
Welcome
Pelajar Indonesia se-Malaysia beserta Seluruh Pengurus 2007/2008 PPI Malaysia, Mengucapkan Selamat Bekerja kepada seluruh pengurus PPI Malaysia periode 2008/2009. Semoga Senantiasa diberikan kemudahan dalam mengemban amanah menjadikan PPI Malaysia yang Kokoh Internal dan Kontributif Eksternal.
News
Susunan Pengurus PPI Malaysia 2008/2009
News

Susunan Pengurus PPI Malaysia 2008/2009

“Kokoh Internal Kontributif Eksternal”

Dewan Harian

Ketua Umum : Irfan Syauqi Beik (UIA)

Wakil Ketua Umum : Muhammad Yunus (UKM)

Sekretaris Jenderal : Samheri (UM)

Wakil Sekretaris Jenderal 1 : Edi Erwan (UPM)

Wakil Sekretaris Jenderal 2 : Agung Kusuma (UUM)

Wakil Sekretaris Jenderal 3 : Remon Redika (UKM)

Wakil Sekretaris Jenderal 4 : Aisyah Diauddin (UIA)

Bendahara Umum : Chairul Rahman (Darul Hikmah)

Wakil Bendahara Umum : Muthia Dewi (USM)

Dewan Pertimbangan Organisasi

  1. Muhammad Iqbal (UKM)
  2. Tengku Adnan (Unitar)
  3. Munawar Agus Riyadi (UTM)
  4. Azhari Muhammad Syam (UPM)
  5. Ronald Rulindo (UIA)

Departemen-Departemen


  1. Departemen Pendidikan, Agama, dan Kemasyarakatan

Ketua                         :Syafrilsah (UPM)

Sekretaris                  :Makmur Harun (UM)

Anggota                     :Aronal Arif (USM)

                                  Bayu Ariefianto (UIA)

                                  Nur Zahrati Jannah (UTP)


2.    Departemen Pengembangan Organisasi

Ketua                        :Ahmad Dimyati (UM)

Sekretaris                 :Fitri Andini A (PPI KL)

Anggota                    :Poppy Irawan (UUM)

                                 Muhammad Assad (UTP)

                                 Satria Fajar (UIA)

                                 Askar Triwiyatno (UIA)


3. Departemen Komunikasi dan Informasi

Ketua                       :Nur Afny C.A (UTP)

Sekretaris                :Ali Fahmi Perwira Negara (MMU)

Biro Website          :Hurriyyatul Ftriyah (UTP)

                                Noviardi (UM)

Biro Informasi Umum

Koordinator              :Muhammad Iqbal (APIIT)

Anggota                   :Irawan Febianto (UIA)

                                Widya Chrisanti (UTP)


4.  Departemen Seni dan Olahraga

Ketua                      :Deeran S Topandasani (HELP)

Sekretaris               :Vega Aulia Pradipta (USM)

Anggota                  :Najma Masruroh (APIIT)

                               Rifki Akbar (UIA)

                               Dewi Marhamah (APIIT)


5. Departemen Dana Usaha dan Kesejahteraan Mahasiswa

Ketua                     :Rulli Pratama (UUM)

Sekretaris               :Deni Apriza (HELP)

Anggota                  :Nadya Annisa (UIA)

                               Hasan Jali (UM)

                               Elnila Ziulda Egyptin (UIA)

6. Departemen Eksternal dan Kajian Strategis

Ketua                     :Muhammad Abduh (UIA)

Sekretaris               :Dedy Purwanto (UTP)

Anggota                  :Noval Adib (USM)

                               Alzypco Hepzi (UIA)

 

                               Muhammad bin Sahab (UM)

                               Haris al-Qodri Maarif (UIA) 


admin on August 10 2008 00:00:00 · 0 Comments · 5 Reads · Print
Hasil Raker PPIM 08-09
News

RAPAT KERJA PENGURUS
PPIM 08-09

Universiti Malaya, 5
July 2008

Dalam Rapat kerja
PPIM 08-09 ini dibahas mengenai rencana kerja setiap departemen dalam satu
tahun kedepan


RENCANA KERJA

================



  1. DEPARTEMEN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Sebuah Paket Program yang bertajuk ‘Pengembangan
Diri dan Organisasi’


  1. DEPARTEMEN PENDIDIKAN AGAMA DAN MASYARAKAT
  1. Pengelolaan Seleksi TEMUS 2008
  2. Pengajian Akbar
  3. Buka Puasa Bersama
  4. Lomba
    Karya Tulis Ilmiyah (LKTI)
  5. Ibadah Kurban
  6. Scientific Conference
  7. Pelatihan
    Menulis Karya Populer dan Ilmiyah

  1. DEPARTEMEN EKSTERNAL DAN KAJIAN STRATEGIS
  1. Kajian Strategis Rutin

a.1 Kajian Tokoh

a.2 Focus Group Discussion.

  1. Seminar Refleksi 17 Agustus Bekerjasama Dengan Iatmi
    Dan Ormas Indonesia Malaysia
    Lainnya
  2. UKM Expo Dan Seminar Online Networking For Small and
    Medium Enterprise.

  1. DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI
  1. Rebulid dan Pemeliharaan Website
  2. Pengelolaan Milis Pengurus PPIM 0809
  3. Lomba Website
  4. Workshop Popular Computing (bekerja sama dengan dept.Pendidikan)
  5. Seminar dan workshop 'How To build online networking for small and Medium Enterprise.(bekerja sama dengan dept.kajian strategis dan eksternal).

  1. DEPARTEMEN SENI DAN OLAH RAGA
  1. Sparkling Indonesia
  2. PPI Cup – PPI Olympic
  3. Seni & Budaya Showcase

  1. DEPARTEMEN DANA USAHA DAN KESEJAHTERAAN
    MAHASISWA

  1. Membuat MOU dengan Unit Pelayanan Zakat (UPZ) BAZNAS
    Malaysia dalam penyaluran bantuan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang
    mampu. [1]
  2. Membuat MOU dengan Depdiknas dalam penyaluran bantuan
    beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi
  3. Membuat MOU dengan salah satu operator sellular di
    Malaysia, dalam bantuan pendanaan dalam setiap program kerja PPIM
  4. Mengadakan bazaar di setiap event-event PPIM,
    bekerjasama dengan Departemen terkait
  5. Bekerjasama dengan Air Asia atau Malaysian Airlines
    atau Emirates dalam bantuan dana dalam setiap kegiatan PPIM, dan juga
    pemberian harga khusus bagi mahasiswa Indonesia.

Nb: Penjelasan lebih Detil akan
kami posting pada halaman website PPIM 0809 yang baru.

















admin on July 20 2008 00:00:00
0 Comments · 19 Reads · Print
Kuliah Umum dan Diskusi Ekonomi Islam dengan Pakar Ekonomi Dunia
NewsAssalaamu'alaikum wr wb

Ba'da Tahmid dan Shalawat,

Dengan
ini kami dari ISEFID (Islamic Economics Forum for Indonesia
Development) bekerja sama dengan PPI-M mengundang seluruh Mahasiswa
Indonesia untuk menghadiri Kuliah Umum dan diskusi yang akan
dilaksanakan pada:

Hari: Jumat,
11 Juli 2008
Pukul: 3pm - 5pm
Tempat: Presentation Lab D (Kulliyah of Economics and Management Sciences IIUM)
Tema: Analysis on the Inflationary Phenomenon
in the World Economy Today

Pembicara: Dr Asad Zaman (Director of International Institute of Islamic Economics IIU
Islamabad, Pakistan)

Demikian
undangan ini kami beritahukan. Kami sangat berharap kawan-kawan,
terutama yang tertarik dengan kajian ekonomi dari Islamic perspectives,
dapat hadir dan berbagi pengetahuan bersama.

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Muhamad Abduh
KaDept. Eksternal dan Kajian Strategis

Info tentang pembicara: Pakar Ekonomi Islam asal
Pakistan, yg juga mantan dosen di MIT dan beberapa kampus Top di
Amerika

Muhamad Abduh S.Si, M.A
Master of Economics Student
International Islamic University Malaysia
+60163503502
http://statistician 81.multiply. com
admin on July 11 2008 23:16:15
0 Comments · 16 Reads · Print
Pemenang Lomba Karya Tulis
News
PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
MENGENAI SOLUSI PERMASALAHAN INDONESIA- MALAYSIA

Berdasarkan keputusan Dewan Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia Periode 2007-2008, memutuskan pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah ”Solusi Permasalahan Indonesia-Malaysia ” sebagai berikut :

1. PEMENANG I ( Hadiah Rp.3.000.000 ) + PIAGAM
HERU SUSETYO, SH. LL.M. M.Si.
Mahasiswa Program PhD bidang Human Rights and Peace Studies, Mahidol University THAILAND
Tema : Mengelola Perbatasan Indonesia-Malaysia dengan Pendekatan Keamanan non Traditional

2. PEMENANG II ( Hadiah Rp.1.500.000 ) + PIAGAM
ARY BUDIYANTO
Mahasiswa S3-Indonesian Consortium for Religious Studies, Universitas Gajah Mada
Tema : Antara Kita, Kami, dan Kalian : Memahami Akar Perbedaan, Menumbuhkan Kebersamaan

3. PEMENANG III (Hadiah Rp.1.000.000 ) + PIAGAM
KRISNA BUDIMAN
Mahasiswa Program S1, Universitas Indonesia (UI) Depok.
Tema : Media dan Mediasi Diplomatik : Reposisi Peran Media dalam Upaya Harmonisasi Diplomasi Bilateral Indonesia-Malaysia

4. HARAPAN I (HADIAH Rp. 500.000 ) + PIAGAM
PRASITA PURWI ANDINI
Mahasiswa FISIP (S1), Universitas Gajah Mada Yogyakarta
Tema : Trafficking in Person Ancaman Baru bagi Hubungan
Indonesia dan Malaysia

5. HARAPAN II (HADIAH Rp. 500.000 ) + PIAGAM
AKHMAD SOLIHIN
Mahasiswa Pasca Sarjana Hukum International, Universitas
Padjajaran Bandung
Tema : Jalur Diplomasi untuk sengketa Wilayah

6. HARAPAN III (HADIAH Rp.500.000 ) + PIAGAM
YUVENSIANTI THERECIA
Mahasiswa Bidang Science, National University of Singapore
Tema : Mencari Solusi Masalah Tenaga Kerja Indonesia-Malaysia : Harapan itu Selalu Ada

Keputusan Dewan Juri adalah Mutlak dan tidak dapat
diganggu gugat, Dewan Juri :

Imran Hanafi ( Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur )
Adi Lazuardi ( Kepala Biro Kantor Berita ANTARA Kuala
Lumpur)
Nasrullah Ali Fauzi ( Peneliti Media / Staf KBRI Kuala
Lumpur)
Muhammad Iqbal (Peneliti Masalah TKI dan Migrasi
International)

Keterangan :
Jumlah Peserta 120 makalah : Isu : Perbatasan 40 makalah, TKI dan Trafficking : 40 makalah, Diplomasi dan Politik : 20 makalah, Media dan Budaya : 20 makalah.

Kuala Lumpur, 12 Juni 2008
Panitia Penyelenggara

                TTD                                                             TTD
M. Ja’far Lutfi, MSi                                         Fadli Hadana Rahman, MSc
            Ketua                                                         Sekretaris

Informasi Panitia Lomba :
M. Jak’far Lutfi
Hp : +60126947492
Email :
jafarluthfi@yahoo.com
muhmatlubi@yahoo.com

admin on June 20 2008 01:21:01
0 Comments · 47 Reads · Print
CALL FOR PAPPERS
JurnalCALL FOR PAPERS: INTERNATIONAL INDONESIAN STUDENTS CONFERENCE ON STRATEGIC ISSUES

INTERNATIONAL INDONESIAN STUDENTS CONFERENCE ON STRATEGIC ISSUES:

"TOWARDS BETTER INDONESIAN FUTURE"

Tempat: Kampus International Islamic University, Kuala Lumpur, Malaysia

Waktu : Tanggal 5-7 Mei 2008

CALL FOR PAPERS

Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPIM) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) International Islamic University Malaysia bermaksud untuk menyelenggarakan sebuah konferensi internasional pelajar Indonesia, yang akan membahas isu-isu strategis demi menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

Tema Makalah/Paper :
Tema-tema yang akan diusung dalam konferensi ini mencakup seluruh bidang pembangunan nasional Indonesia, antara lain :
1. Politik dan hubungan internasional
2. Pertahanan dan kerjasama militer
3. Energi, lingkungan, dan sumberdaya alam
4. Ekonomi dan kesejahteraan rakyat
5. Keuangan dan perbankan
6. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
7. Sosial, budaya dan pariwisata
8. Pertanian dan kelautan
9. Reformasi hukum
10. dan tema-tema lain yang dianggap memiliki kontribusi penting terhadap pembangunan nasional bangsa

Yang harus menjadi titik tekan paper/makalah adalah pada gagasan/ide tentang visi dan strategi kebijakan yang dapat diaplikasikan oleh para pengambil kebijakan negara.

Panduan Makalah :
- Panjang tulisan adalah 15-25 halaman A4, huruf Times New Roman 12, dan spasi 1,5.
- Makalah dikirimkan ke alamat email :internationalppiconference@yahoo.com
- Makalah yang masuk akan di-reviewed oleh para pakar yang berkompeten.
- Makalah belum pernah dipublikasikan di konferensi/jurnal/publikasi lainnya.

Tanggal-tanggal Penting
Pengumpulan makalah : 29 Maret 2008
Pengumuman penerimaan makalah : 12 April 2008

Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi :
Irfan Syauqi Beik (qibeiktop@hotmail.com) dan Rifki Akbar (rifkitjg@yahoo.com)

Dapatkan Info Lengkap di SINI
admin on February 26 2008 08:01:43 · Print
Wali Kota Bandung Nyatakan Perang pada Geng Motor
Berita Politik

Bandung, 14 November 2007
Wali Kota Bandung Dada Rosada menyatakan perang terhadap geng motor, sekaligus menghimbau masyarakat memberikan sanksi sosial pada mereka.

"Kalau anggota geng motor itu masih sekolah, mereka bisa diberhentikan dari sekolahnya, tapi kalau sudah berstatus karyawan atau PNS bisa dikenai sanksi kepegawaian yang setimpal pula," kata Dada Rosada di Bandung, Selasa (13/11).

Pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Dinas Pendidikan dan Polwiltabes Bandung itu, Dada berpendapat sanksi sosial harus diberikan setelah adanya pemberitahuan dari kepolisian kepada pihak terkait seperti kepala sekolah, orangtua dan Dinas Pendidikan bagi pelaku yang masih berstatus pelajar.

Pemberitahuan pihak kepolisian akan dilayangkan kepada pimpinan perusahaan bagi karyawan yang berstatus swasta, pimpinan instansi maupun PNS, serta pemberitahuan kepada aparat desa maupun RT/RW.

Ia juga berharap, masyarakat bersikap tanggap atas keberadaan geng motor, sehingga dapat menjaga diri dari keterlibatan anggota keluarga di dalamnya.

Keberadaan geng motor itu, telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kapolwiltabes Bandung, Kombes Pol Bambang Suparsono menyatakan, Dinas Pendidikan Kota Bandung dan pihak kepolisian bersama-sama akan melakukan razia ke setiap sekolah sebagai tindakan preventif.

Secara represif, perlu pula memastikan ada tidak pelajar dan komunitas sekolah yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba serta membawa senjata tajam atau senjata api dan sejenisnya.

Wali Kota Bandung itu menegaskan, semua pelaku yang terlibat dalam geng motor maupun jenis pelanggaran atau kejahatan lainnya akan mendapatkan tindakan tegas secara hukum.

"Kami juga akan melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan masalah kamtibnas di lingkungan sekolah, terutama pada tahun ajaran baru yang menurut pertimbangan pihak sekolah perlu dilaksanakan, kata Wali Kota Bandung itu lagi.

Polwiltabes Bandung telah menangkap lebih dari 50 orang pelaku geng motor pada September sd November 2007, menyusul tindakan membunuh salah seorang PNS yang diketahui warga Bali.

Geng motor di Bandung itu juga telah dilaporkan merusak mini market dan melukai sejumlah warga masyarakat Bandung.

Alee on November 14 2007 22:41:27
0 Comments · 128 Reads · Print
Rela dan Perlindungan TKI
Berita Warga Negara Indonesia di MalaysiaPenulis: Muhammad Iqbal, Mahasiswa Program Doktor Psikologi Universiti Kebangsaan Malaysia


Pada 7 Oktober 2007, pasukan Relawan Rakyat (Rela) menggerebek rumah seorang mahasiswa
Indonesia yang sedang mengambil program master di Universiti Kebangsaan Malaysia. Mereka mendobrak pintu dengan tidak sopan. Mereka merusak pintu dengan alasan mencari pendatang asing tanpa izin (PATI).
Keesokan harinya, istri seorang diplomat KBRI
Kuala Lumpur ditahan di Pasar Chow Kit Kuala Lumpur dengan alasan kartu diplomat tersebut palsu. Perbuatan seperti itu sering dilakukan para Rela terhadap WNI di Malaysia. Intimidasi, pemukulan, perampokan, bahkan pemerkosaan terhadap WNI sering terjadi di Malaysia.
Rela yang merupakan pasukan sukarelawan yang dibentuk Kementrian Dalam Negeri
Malaysia yang berjumlah sekitar 400 ribu personel. Salah satu tujuan dibentuknya Rela adalah untuk menangkap pendatang asing tanpa izin (PATI). Mereka terdiri dari rakyat Malaysia yang sehari-harinya memiliki berbagai macam profesi, seperti sopir taksi, pensiunan tentara/polisi, pedagang, pekerja pabrik bahkan pengangguran.
Dengan pelatihan yang diberikan, mereka mendapatkan seragam khusus, gaji bulanan, dan imbalan apabila mendapatkan seorang PATI senilai RM 80 atau senilai Rp200 ribu per PATI.
 Rela sering menimbulkan masalah dalam melaksanakan tugas karena kerap bertindak tidak profesional dan menyalahgunakan kekuasaan.Menurut data Migran Care 2005, tercatat 24 kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh Rela terhadap WNI di Malaysia. 

TKI ilegal vs majikan ilegal
Permasalahan PATI di Malaysia terjadi karena kebijakan pemerintah Malaysia yang menggunakan standar ganda. TKI ilegal yang diburu para Rela sebenarnya tidak bisa bertahan kalau tidak ada majikan yang mempekerjakan mereka. Menurut data imigrasi Malaysia, dalam setahun mereka mendeportasi 40 ribu TKI ilegal, sedangkan sepanjang 2000-2007 baru seorang majikan yang dihukum karena mempekerjakan TKI ilegal. 
Itu menunjukkan kebijakan pemerintah Malaysia yang tidak mampu membendung pendatang ilegal dan tanpa disadari telah mengeksploitasi TKI ilegal untuk kepentingan ekonomi karena TKI ilegal dapat digaji dengan murah. Sebenarnya kalau mau serius memberantas PATI, pemerintah Malaysia seharusnya bertindak tegas kepada majikan.
Kehadiran Rela yang mulai 'bergerak lincah' dalam beberapa tahun belakangan ini yang berpihak kepada kepentingan majikan tentunya telah mendiskriminasi dan menyalahgunakan kekuasaan.
 Salah satu penyebab terjadinya kesewenang-wenangan , yakni pemerintah Indonesia dalam Mou Pekerja Informal menyepakati paspor ditahan majikan sehingga hal itu sering disalahgunakan majikan untuk menekan dan mengintimidasi TKI.
Karena dalam praktiknya, Rela tidak mengakui paspor foto kopi. Apabila TKI tertangkap, majikan enggan mengurus pembebasan para TKI sehingga banyak TKI yang ditahan Rela bukan karena tidak memiliki dokumen, melainkan paspor tersebut berada di tangan majikan.
 Peran KBRI dan KJRI perlu lebih ditingkatkan dalam melindungi WNI di luar negeri.
Konsep perlindungan berbasis masyarakat perlu dilakukan dengan semua elemen masyarakat, seperti mahasiswa, paguyuban TKI, ekspatriat, dan WNI penduduk tetap, sehingga seluruh WNI di
Malaysia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan WNI lainnya.
Dengan melibatkan semua elemen masyarakat di Malaysia, Rela akan berhati-hati dalam memperlakukan TKI.
Perlakuan sewenang-wenang sering terjadi karena rendahnya harkat dan martabat kita di mata rakyat Malaysia. Untuk itu, diperlukan, tindakan yang tegas dan berani dari pemerintah untuk menyikapi pelanggaran HAM terhadap TKI. 
Pemerintah perlu mengubah MoU dengan menghapuskan klausa paspor ditahan majikan sehingga TKI dapat bekerja dengan leluasa dan perlakuan majikan akan lebih baik karena mereka akan khawatir kalau tidak memberikan perlakuan yang baik TKI akan lari. Itu dilakukan untuk menghindari tindakan semena-mena Rela terhadap TKI. 
Presiden harus berani melindungi WNI di Malaysia secara tegas dan terbuka karena selama ini diplomasi yang dilakukan pemerintah terhadap Malaysia bersifat basa-basi dan tidak maksimal.Pemerintah sebaiknya segera mengirim duta besar luar biasa berkuasa penuh ke Malaysia yang hampir setahun kosong, penulis tidak sependapat dengan beberapa opini yang memberikan statement menarik dubes ataupun menunda pengiriman dubes karena secara politis tidak menguntungkan TKI di Malaysia.
Penundaan tersebut hanyalah kepentingan sesaat dan tidak memiliki implikasi yang positif bagi nasib jutaan TKI di
Malaysia yang mengharapkan perlindungan maksimal. Diharapkan, dengan kehadiran Dubes baru, ada nuansa segar dalam memperjuangkan nasib TKI di negeri Jiran dari tindakan semena-mena Rela dan aparat hukum Malaysia lainnya,

Wallahualam,
 
Alee on October 27 2007 18:03:07
0 Comments · 189 Reads · Print
Istri Atase Pendidikan&Kebudayaan RI, Kuala Lumpur ditahan RELA
Berita Warga Negara Indonesia di Malaysia

Kuala Lumpur - Pada hari sabtu tanggal 6/10/07 yang lalu, Istri Atase Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia di Kuala lumpur ditangkap oleh RELA.

Nuslihanah Nurdin, yang adalah merupakan Istri dari bapak Imran Hanafi tetap ditangkap meskipun yang bersakutan telah menjelaskan dirinya adalah Istri diplomat Indonesia di Malaysia.

Setelah ditahan selama 1 jam, Nuslihanah Nurdin akhirnya dibebaskan setelah paspor diplomati diambil ke rumah beliau.


Jurubicara Departemen Luar negeri - seperti dilansir detik.com- Kristiarto sangat menyayangkan tindakan dari anggota RELA tersebut. Dia menyatakn bahwa hal ini sangat memprihatinkan.

Alee on October 09 2007 07:36:10
0 Comments · 98 Reads · Print
PPI-UUM adakan Rapat Anggota ke VII
Kegiatan PPI Cabang

Sintok – Persatuan Pelajar Indonesia – Universiti Utara Malaysia mengadakan rapat anggota yang ke VII pada tanggal 28 September yang lalu. Rapat Anggota ini adalah forum tertinggi dalam organisasi PPI-UUM.

Alee on October 07 2007 21:09:11
Read More · 0 Comments · 192 Reads · Print
Islam's holiest day won't stop political jockeying in Jakarta
Berita Politik

WILL he or won't he? Can Indonesia's Vice-President Jusuf Kalla muster the support necessary to take on his own boss, President Susilo Bambang Yudhoyono, in the 2009 general elections?

It may be Ramadan, the holiest month on the Muslim calendar, when fasting and contemplation are supposed to replace the cut-throat pace of everyday life, but in Indonesia, politics rarely takes a back seat to piety.

And as the holiest day of all approaches -- Eid ul-Fitr, the commemoration of the legendary battle of Badar, Islam's historic first victory over the infidels of Medina -- campaigning for polls still two years away is building to an unseemly din.


The question occupying Indonesian minds is whether Mr Kalla, a canny businessman from Makassar in South Sulawesi and an ethnic Bugis from a long line of hard bargainers, will set himself free of the alliance that propelled him into the country's leadership to take a tilt at the top job himself.

Others have already thrown or are expected to throw their hats in the ring: former president Megawati Sukarnoputri, ex-armed forces chief Wiranto, outgoing Jakarta governor Sutiyoso and his Yogyakarta counterpart Hamengkubuwono X are only among the most prominent.

Dr Yudhoyono, speaking to reporters at a traditional evening fast-breaking ceremony at the palace in Jakarta this week, put on his best diplomatic hat when asked to comment on the flurry of nominations.

"It's still Ramadan, so we should speak with good manners," he said, but added that any public official who wanted to stand for the presidency would do well to remember their primary task.

"If they don't, it's the people we should feel sorry for. Programs will not get implemented," he warned.

It was perhaps ostensibly a warning for Mr Sutiyoso, the former East Timor commander recently roused from his underwear-clad slumber in a Sydney hotel room by a pair of NSW detectives, and who this week set out on a stump-speech tour of the nation advertising his presidential wares.


But it could also be easily read as a coded warning to Mr Kalla, a sometimes mercurial figure whose ways have not always gelled with those of the reformist Dr Yudhoyono.

On whether his deputy's nomination would unsettle his own plans to run for a second term, Dr Yudhoyono insisted that "my own relationship with Mr Jusuf Kalla is good". But he emphasised that "he's the head of Golkar; he needs to communicate with the Golkar community regarding his political projection for 2009".


And there lies the biggest hurdle for Dr Yudhoyono: the fractious nature of Indonesian politics and the slim hold he has on a coalition dominated by Golkar, the former absolute ruling party of longtime strongman Suharto, which still holds the majority of seats in the parliament's lower house.

Dr Yudhoyono's Democratic Party, with just 7.45 per cent of votes cast at the 2004 elections -- Indonesia's first democratic poll since 1954 -- holds 57 seats in the 550-seat chamber.

Mr Kalla's Golkar, by comparison, took 128 seats with 21.58 per cent; Ms Megawati's Democratic Party of Struggle was close behind, with 109 seats from 18.53per cent.


However, a poll this week by the influential Indonesian Survey Circle found public satisfaction with Dr Yudhoyono's work performance running at just 35.3 per cent, and dissatisfaction at a mighty 58.4 per cent -- both figures representing a new low since the former army general took office.


And praise this week from Dr Yudhoyono for Indonesia's growing democracy -- "the increase in candidates is an increase in choices for the people" -- glossed over the fact that it is still not clear how the sometimes faltering religious Right will play into the 2009 poll.


Groups such as the broadly fundamentalist Prosperous Justice Party, for instance, with 45 seats at the 2004 election, seem to be heading towards the Centre as Golkar tries to scoop up the Islamic-leaning masses.


It hasn't even started, but it looks like being a long campaign.


Source:www.theaustralian.news.com
Alee on October 07 2007 20:29:54
0 Comments · 163 Reads · Print
Malaysia Akan Bentuk Komite Urusan Performer Asing
Berita Seni dan BudayaKUALA LUMPUR,  - Malaysia akan membentuk sebuah komite untuk menangani para penampil luar negeri yang akan mengadakan pertunjukan di sana. Para menteri negara tersebut mengumumkan hal itu pada Jumat (5/10), beberapa hari saja sesudah bintang R&B dari AS Beyonce Knowles membatalkan sebuah konsernya di Kuala Lumpur, di tengah ketakutan akan kemungkinan ia diprotes di Malaysia karena identik dengan busana dan gaya yang seksi di panggung.Komite itu akan menyiapkan garis-garis panduan bagi para penampil dari luar negeri mengenai bagaimana mereka harus berperilaku dan berpakaian di Malaysia, kata Menteri Budaya dan Seni, Rais Yatim.
 
"Kami tidak menghentikan artis-artis asing datang ke Malaysia untuk tampil, tapi lebih kepada kami akan mengatakan bahwa panel ini akan menetapkan bagi mereka aturan yang harus mereka hargai," tuturnya kepada para wartawan. "Mereka harus berbusana secara sopan... dan berperilaku pantas di Malaysia," lanjutnya.
 
Dalam minggu ini Beyonce telah membatalkan konser perdananya di Malaysia dengan alasan ketidakcocokan jadwal. Namun, sumber-sumber setempat mengatakan, alasan utamanya adalah ketakutan akan kemungkinan ia diprotes lantaran busana dan aksi seksinya di atas pentas.
Kata menteri yang sama, komite itu akan juga menjamin bahwa para penampil dalam negeri akan diutamakan sehubungan dengan adanya keluhan-keluhan yang menyebut bahwa para penyelenggara pertunjukan Malaysia berpihak ke para penampil asing, terutama yang berasal dari Filipina.

Tapi, Wakil Presiden Malaysian Association of Hotels, Ivo R Nekvapil, mencatat mengenai kurangnya penampil Malaysia yang bagus. "Masalah yang dihadapi oleh banyak hotel adalah kurangnya grup-grup musik lokal yang bagus. Sejumlah dari mereka malah sangat tidak profesional," ujarnya kepada AFP.

Source : www.kompas.com 
Alee on October 07 2007 19:27:27
0 Comments · 140 Reads · Print
Page 1 of 2 1 2 >
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Navigation
Home
Articles
Links
News Categories
Photo Gallery
Site Map
Article_Registration
Event Calendar
August 2008
S M T W T F S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            
Shoutbox
You must login to post a message.

dinita
17/08/2008 14:11
assalamualiakum.. mo nanya negh.. mo masukin artikel kumaha nyak..??? haturnuhun pisan euy...heee

Lupus
12/03/2008 13:45
Mo nanya donk..knp y koq masih bnyk page yg masih dlm 'Under Construction'??Pengusus Pusat lg pada sibuk y??hehehe..

mutia
09/02/2008 23:50
hellooo,,,,!!!! waaah,, kenapa masih sepiii yah?? seprtinya, kita semua harus lebih gencar lagi mempromosikan website ini, gak cuma pengurusnya aja,, cayooo!!!

Kopral
31/01/2008 11:35
kepada Pengurus PPI, gmana klo kita buat event ato tour ke daerah tertentu skalian kita mengeratkan tali silahturahmi kita sbg pelajar Indonesia.

Kopral
31/01/2008 11:32
Kayanya ini bukan kampung ato hutan. mungkin PPI kurang menyebarkan info tentang PPI. Bayangkan dari 11,500 indonesian student yang jadi member masa cuma 62. berjuang terus pengurus PPI tuk menyebarka

Shoutbox Archive
Member Poll
Gimana Menurut Pendapat Anda Portal PPIM ini ?

Excellent

Good

Not too bad

Can do better

You must login to vote.
Link to Event
International PPI Conference
By : PPI Malaysia© 2007-2008