Pelajar Indonesia se-Malaysia beserta Seluruh Pengurus 2007/2008 PPI Malaysia, Mengucapkan Selamat Bekerja kepada seluruh pengurus PPI Malaysia periode 2008/2009. Semoga Senantiasa diberikan kemudahan dalam mengemban amanah menjadikan PPI Malaysia yang Kokoh Internal dan Kontributif Eksternal.
News
Susunan Pengurus PPI Malaysia 2008/2009
Susunan Pengurus PPI Malaysia 2008/2009
“Kokoh Internal Kontributif Eksternal”
Dewan Harian
Ketua Umum:Irfan Syauqi Beik (UIA)
Wakil Ketua Umum :Muhammad Yunus (UKM)
Sekretaris Jenderal:Samheri (UM)
Wakil Sekretaris Jenderal 1:Edi Erwan (UPM)
Wakil Sekretaris Jenderal 2:Agung Kusuma (UUM)
Wakil Sekretaris Jenderal 3:Remon Redika (UKM)
Wakil Sekretaris Jenderal 4:Aisyah Diauddin (UIA)
Bendahara Umum:Chairul Rahman (Darul Hikmah)
Wakil Bendahara Umum:Muthia Dewi (USM)
Dewan Pertimbangan Organisasi
Muhammad Iqbal (UKM)
Tengku Adnan (Unitar)
Munawar Agus Riyadi (UTM)
Azhari Muhammad Syam (UPM)
Ronald Rulindo (UIA)
Departemen-Departemen
Departemen Pendidikan, Agama, dan Kemasyarakatan
Ketua :Syafrilsah (UPM)
Sekretaris :Makmur Harun (UM)
Anggota :Aronal Arif (USM)
Bayu Ariefianto (UIA)
Nur Zahrati Jannah (UTP)
2. Departemen Pengembangan Organisasi
Ketua :Ahmad Dimyati (UM)
Sekretaris :Fitri Andini A (PPI KL)
Anggota :Poppy Irawan (UUM)
Muhammad Assad (UTP)
Satria Fajar (UIA)
Askar Triwiyatno (UIA)
3. Departemen Komunikasi dan Informasi
Ketua :Nur Afny C.A (UTP)
Sekretaris :Ali Fahmi Perwira Negara (MMU)
Biro Website :Hurriyyatul Ftriyah (UTP)
Noviardi (UM)
Biro Informasi Umum
Koordinator :Muhammad Iqbal (APIIT)
Anggota :Irawan Febianto (UIA)
Widya Chrisanti (UTP)
4. Departemen Seni dan Olahraga
Ketua :Deeran S Topandasani (HELP)
Sekretaris :Vega Aulia Pradipta (USM)
Anggota :Najma Masruroh (APIIT)
Rifki Akbar (UIA)
Dewi Marhamah (APIIT)
5. Departemen Dana Usaha dan Kesejahteraan Mahasiswa
Dalam Rapat kerja PPIM 08-09 ini dibahas mengenai rencana kerja setiap departemen dalam satu tahun kedepan
RENCANA KERJA
================
DEPARTEMEN PENGEMBANGAN ORGANISASI
Sebuah Paket Program yang bertajuk ‘Pengembangan Diri dan Organisasi’
DEPARTEMEN PENDIDIKAN AGAMA DAN MASYARAKAT
Pengelolaan Seleksi TEMUS 2008
Pengajian Akbar
Buka Puasa Bersama
Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI)
Ibadah Kurban
Scientific Conference
Pelatihan Menulis Karya Populer dan Ilmiyah
DEPARTEMEN EKSTERNAL DAN KAJIAN STRATEGIS
Kajian Strategis Rutin
a.1 Kajian Tokoh
a.2 Focus Group Discussion.
Seminar Refleksi 17 Agustus Bekerjasama Dengan Iatmi Dan Ormas Indonesia Malaysia Lainnya
UKM Expo Dan Seminar Online Networking For Small and Medium Enterprise.
DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Rebulid dan Pemeliharaan Website
Pengelolaan Milis Pengurus PPIM 0809
Lomba Website
Workshop Popular Computing (bekerja sama dengan dept.Pendidikan)
Seminar dan workshop 'How To build online networking for small and Medium Enterprise.(bekerja sama dengan dept.kajian strategis dan eksternal).
DEPARTEMEN SENI DAN OLAH RAGA
Sparkling Indonesia
PPI Cup – PPI Olympic
Seni & Budaya Showcase
DEPARTEMEN DANA USAHA DAN KESEJAHTERAAN MAHASISWA
Membuat MOU dengan Unit Pelayanan Zakat (UPZ) BAZNAS Malaysia dalam penyaluran bantuan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu.[1]
Membuat MOU dengan Depdiknas dalam penyaluran bantuan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi
Membuat MOU dengan salah satu operator sellular di Malaysia, dalam bantuan pendanaan dalam setiap program kerja PPIM
Mengadakan bazaar di setiap event-event PPIM, bekerjasama dengan Departemen terkait
Bekerjasama dengan Air Asia atau Malaysian Airlines atau Emirates dalam bantuan dana dalam setiap kegiatan PPIM, dan juga pemberian harga khusus bagi mahasiswa Indonesia.
Nb: Penjelasan lebih Detil akan kami posting pada halaman website PPIM 0809 yang baru.
Kuliah Umum dan Diskusi Ekonomi Islam dengan Pakar Ekonomi Dunia
Assalaamu'alaikum wr wb
Ba'da Tahmid dan Shalawat,
Dengan ini kami dari ISEFID (Islamic Economics Forum for Indonesia Development) bekerja sama dengan PPI-M mengundang seluruh Mahasiswa Indonesia untuk menghadiri Kuliah Umum dan diskusi yang akan dilaksanakan pada:
Hari: Jumat, 11 Juli 2008 Pukul: 3pm - 5pm Tempat: Presentation Lab D (Kulliyah of Economics and Management Sciences IIUM) Tema: Analysis on the Inflationary Phenomenon in the World Economy Today
Pembicara: Dr Asad Zaman (Director of International Institute of Islamic Economics IIU Islamabad, Pakistan)
Demikian undangan ini kami beritahukan. Kami sangat berharap kawan-kawan, terutama yang tertarik dengan kajian ekonomi dari Islamic perspectives, dapat hadir dan berbagi pengetahuan bersama.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Muhamad Abduh KaDept. Eksternal dan Kajian Strategis
Info tentang pembicara: Pakar Ekonomi Islam asal Pakistan, yg juga mantan dosen di MIT dan beberapa kampus Top di Amerika
PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MENGENAI SOLUSI PERMASALAHAN INDONESIA- MALAYSIA
Berdasarkan keputusan Dewan Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia Periode 2007-2008, memutuskan pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah ”Solusi Permasalahan Indonesia-Malaysia ” sebagai berikut :
1. PEMENANG I ( Hadiah Rp.3.000.000 ) + PIAGAM HERU SUSETYO, SH. LL.M. M.Si. Mahasiswa Program PhD bidang Human Rights and Peace Studies, Mahidol University THAILAND Tema : Mengelola Perbatasan Indonesia-Malaysia dengan Pendekatan Keamanan non Traditional
2. PEMENANG II ( Hadiah Rp.1.500.000 ) + PIAGAM ARY BUDIYANTO Mahasiswa S3-Indonesian Consortium for Religious Studies, Universitas Gajah Mada Tema : Antara Kita, Kami, dan Kalian : Memahami Akar Perbedaan, Menumbuhkan Kebersamaan
3. PEMENANG III (Hadiah Rp.1.000.000 ) + PIAGAM KRISNA BUDIMAN Mahasiswa Program S1, Universitas Indonesia (UI) Depok. Tema : Media dan Mediasi Diplomatik : Reposisi Peran Media dalam Upaya Harmonisasi Diplomasi Bilateral Indonesia-Malaysia
4. HARAPAN I (HADIAH Rp. 500.000 ) + PIAGAM PRASITA PURWI ANDINI Mahasiswa FISIP (S1), Universitas Gajah Mada Yogyakarta Tema : Trafficking in Person Ancaman Baru bagi Hubungan Indonesia dan Malaysia
5. HARAPAN II (HADIAH Rp. 500.000 ) + PIAGAM AKHMAD SOLIHIN Mahasiswa Pasca Sarjana Hukum International, Universitas Padjajaran Bandung Tema : Jalur Diplomasi untuk sengketa Wilayah
6. HARAPAN III (HADIAH Rp.500.000 ) + PIAGAM YUVENSIANTI THERECIA Mahasiswa Bidang Science, National University of Singapore Tema : Mencari Solusi Masalah Tenaga Kerja Indonesia-Malaysia : Harapan itu Selalu Ada
Keputusan Dewan Juri adalah Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, Dewan Juri :
Imran Hanafi ( Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur ) Adi Lazuardi ( Kepala Biro Kantor Berita ANTARA Kuala Lumpur) Nasrullah Ali Fauzi ( Peneliti Media / Staf KBRI Kuala Lumpur) Muhammad Iqbal (Peneliti Masalah TKI dan Migrasi International)
Keterangan : Jumlah Peserta 120 makalah : Isu : Perbatasan 40 makalah, TKI dan Trafficking : 40 makalah, Diplomasi dan Politik : 20 makalah, Media dan Budaya : 20 makalah.
Kuala Lumpur, 12 Juni 2008 Panitia Penyelenggara
TTD TTD M. Ja’far Lutfi, MSi Fadli Hadana Rahman, MSc Ketua Sekretaris
Informasi Panitia Lomba : M. Jak’far Lutfi Hp : +60126947492 Email : jafarluthfi@yahoo.com muhmatlubi@yahoo.com
INTERNATIONAL INDONESIAN STUDENTS CONFERENCE ON STRATEGIC ISSUES:
"TOWARDS BETTER INDONESIAN FUTURE"
Tempat: Kampus International Islamic University, Kuala Lumpur, Malaysia
Waktu : Tanggal 5-7 Mei 2008
CALL FOR PAPERS
Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPIM) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) International Islamic University Malaysia bermaksud untuk menyelenggarakan sebuah konferensi internasional pelajar Indonesia, yang akan membahas isu-isu strategis demi menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.
Tema Makalah/Paper : Tema-tema yang akan diusung dalam konferensi ini mencakup seluruh bidang pembangunan nasional Indonesia, antara lain : 1. Politik dan hubungan internasional 2. Pertahanan dan kerjasama militer 3. Energi, lingkungan, dan sumberdaya alam 4. Ekonomi dan kesejahteraan rakyat 5. Keuangan dan perbankan 6. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 7. Sosial, budaya dan pariwisata 8. Pertanian dan kelautan 9. Reformasi hukum 10. dan tema-tema lain yang dianggap memiliki kontribusi penting terhadap pembangunan nasional bangsa
Yang harus menjadi titik tekan paper/makalah adalah pada gagasan/ide tentang visi dan strategi kebijakan yang dapat diaplikasikan oleh para pengambil kebijakan negara.
Panduan Makalah : - Panjang tulisan adalah 15-25 halaman A4, huruf Times New Roman 12, dan spasi 1,5. - Makalah dikirimkan ke alamat email :internationalppiconference@yahoo.com - Makalah yang masuk akan di-reviewed oleh para pakar yang berkompeten. - Makalah belum pernah dipublikasikan di konferensi/jurnal/publikasi lainnya.
Tanggal-tanggal Penting Pengumpulan makalah : 29 Maret 2008 Pengumuman penerimaan makalah : 12 April 2008
Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi : Irfan Syauqi Beik (qibeiktop@hotmail.com) dan Rifki Akbar (rifkitjg@yahoo.com)
Bandung, 14 November 2007 Wali Kota Bandung Dada Rosada menyatakan perang terhadap geng motor, sekaligus menghimbau masyarakat memberikan sanksi sosial pada mereka.
"Kalau anggota geng motor itu masih sekolah, mereka bisa diberhentikan dari sekolahnya, tapi kalau sudah berstatus karyawan atau PNS bisa dikenai sanksi kepegawaian yang setimpal pula," kata Dada Rosada di Bandung, Selasa (13/11).
Pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Dinas Pendidikan dan Polwiltabes Bandung itu, Dada berpendapat sanksi sosial harus diberikan setelah adanya pemberitahuan dari kepolisian kepada pihak terkait seperti kepala sekolah, orangtua dan Dinas Pendidikan bagi pelaku yang masih berstatus pelajar.
Pemberitahuan pihak kepolisian akan dilayangkan kepada pimpinan perusahaan bagi karyawan yang berstatus swasta, pimpinan instansi maupun PNS, serta pemberitahuan kepada aparat desa maupun RT/RW.
Ia juga berharap, masyarakat bersikap tanggap atas keberadaan geng motor, sehingga dapat menjaga diri dari keterlibatan anggota keluarga di dalamnya.
Keberadaan geng motor itu, telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kapolwiltabes Bandung, Kombes Pol Bambang Suparsono menyatakan, Dinas Pendidikan Kota Bandung dan pihak kepolisian bersama-sama akan melakukan razia ke setiap sekolah sebagai tindakan preventif.
Secara represif, perlu pula memastikan ada tidak pelajar dan komunitas sekolah yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba serta membawa senjata tajam atau senjata api dan sejenisnya.
Wali Kota Bandung itu menegaskan, semua pelaku yang terlibat dalam geng motor maupun jenis pelanggaran atau kejahatan lainnya akan mendapatkan tindakan tegas secara hukum.
"Kami juga akan melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan masalah kamtibnas di lingkungan sekolah, terutama pada tahun ajaran baru yang menurut pertimbangan pihak sekolah perlu dilaksanakan, kata Wali Kota Bandung itu lagi.
Polwiltabes Bandung telah menangkap lebih dari 50 orang pelaku geng motor pada September sd November 2007, menyusul tindakan membunuh salah seorang PNS yang diketahui warga Bali.
Geng motor di Bandung itu juga telah dilaporkan merusak mini market dan melukai sejumlah warga masyarakat Bandung.
Alee on November 14 2007 22:41:27 0 Comments ·
128 Reads ·
Rela dan Perlindungan TKI
Penulis: Muhammad Iqbal, Mahasiswa Program Doktor Psikologi Universiti Kebangsaan Malaysia
Pada 7 Oktober 2007, pasukan Relawan Rakyat (Rela) menggerebek rumah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil program master di Universiti Kebangsaan Malaysia. Mereka mendobrak pintu dengan tidak sopan. Mereka merusak pintu dengan alasan mencari pendatang asing tanpa izin (PATI). Keesokan harinya, istri seorang diplomat KBRI Kuala Lumpur ditahan di Pasar Chow Kit Kuala Lumpur dengan alasan kartu diplomat tersebut palsu.Perbuatan seperti itu sering dilakukan para Rela terhadap WNI di Malaysia. Intimidasi, pemukulan, perampokan, bahkan pemerkosaan terhadap WNI sering terjadi di Malaysia. Rela yang merupakan pasukan sukarelawan yang dibentuk Kementrian Dalam Negeri Malaysia yang berjumlah sekitar 400 ribu personel. Salah satu tujuan dibentuknya Rela adalah untuk menangkap pendatang asing tanpa izin (PATI). Mereka terdiri dari rakyat Malaysia yang sehari-harinya memiliki berbagai macam profesi, seperti sopir taksi, pensiunan tentara/polisi, pedagang, pekerja pabrik bahkan pengangguran. Dengan pelatihan yang diberikan, mereka mendapatkan seragam khusus, gaji bulanan, dan imbalan apabila mendapatkan seorang PATI senilai RM 80 atau senilai Rp200 ribu per PATI.Rela sering menimbulkan masalah dalam melaksanakan tugas karena kerap bertindak tidak profesional dan menyalahgunakan kekuasaan.Menurut data Migran Care 2005, tercatat 24 kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh Rela terhadap WNI di Malaysia.
TKI ilegal vs majikan ilegal Permasalahan PATI di Malaysia terjadi karena kebijakan pemerintah Malaysia yang menggunakan standar ganda. TKI ilegal yang diburu para Rela sebenarnya tidak bisa bertahan kalau tidak ada majikan yang mempekerjakan mereka. Menurut data imigrasi Malaysia, dalam setahun mereka mendeportasi 40 ribu TKI ilegal, sedangkan sepanjang 2000-2007 baru seorang majikan yang dihukum karena mempekerjakan TKI ilegal. Itu menunjukkan kebijakan pemerintah Malaysia yang tidak mampu membendung pendatang ilegal dan tanpa disadari telah mengeksploitasi TKI ilegal untuk kepentingan ekonomi karena TKI ilegal dapat digaji dengan murah. Sebenarnya kalau mau serius memberantas PATI, pemerintah Malaysia seharusnya bertindak tegas kepada majikan. Kehadiran Rela yang mulai 'bergerak lincah' dalam beberapa tahun belakangan ini yang berpihak kepada kepentingan majikan tentunya telah mendiskriminasi dan menyalahgunakan kekuasaan.Salah satu penyebab terjadinya kesewenang-wenangan , yakni pemerintah Indonesia dalam Mou Pekerja Informal menyepakati paspor ditahan majikan sehingga hal itu sering disalahgunakan majikan untuk menekan dan mengintimidasi TKI. Karena dalam praktiknya, Rela tidak mengakui paspor foto kopi. Apabila TKI tertangkap, majikan enggan mengurus pembebasan para TKI sehingga banyak TKI yang ditahan Rela bukan karena tidak memiliki dokumen, melainkan paspor tersebut berada di tangan majikan.Peran KBRI dan KJRI perlu lebih ditingkatkan dalam melindungi WNI di luar negeri. Konsep perlindungan berbasis masyarakat perlu dilakukan dengan semua elemen masyarakat, seperti mahasiswa, paguyuban TKI, ekspatriat, dan WNI penduduk tetap, sehingga seluruh WNI di Malaysia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan WNI lainnya. Dengan melibatkan semua elemen masyarakat di Malaysia, Rela akan berhati-hati dalam memperlakukan TKI.Perlakuan sewenang-wenang sering terjadi karena rendahnya harkat dan martabat kita di mata rakyat Malaysia. Untuk itu, diperlukan, tindakan yang tegas dan berani dari pemerintah untuk menyikapi pelanggaran HAM terhadap TKI. Pemerintah perlu mengubah MoU dengan menghapuskan klausa paspor ditahan majikan sehingga TKI dapat bekerja dengan leluasa dan perlakuan majikan akan lebih baik karena mereka akan khawatir kalau tidak memberikan perlakuan yang baik TKI akan lari. Itu dilakukan untuk menghindari tindakan semena-mena Rela terhadap TKI. Presiden harus berani melindungi WNI di Malaysia secara tegas dan terbuka karena selama ini diplomasi yang dilakukan pemerintah terhadap Malaysia bersifat basa-basi dan tidak maksimal.Pemerintah sebaiknya segera mengirim duta besar luar biasa berkuasa penuh ke Malaysia yang hampir setahun kosong, penulis tidak sependapat dengan beberapa opini yang memberikan statement menarik dubes ataupun menunda pengiriman dubes karena secara politis tidak menguntungkan TKI di Malaysia. Penundaan tersebut hanyalah kepentingan sesaat dan tidak memiliki implikasi yang positif bagi nasib jutaan TKI di Malaysia yang mengharapkan perlindungan maksimal. Diharapkan, dengan kehadiran Dubes baru, ada nuansa segar dalam memperjuangkan nasib TKI di negeri Jiran dari tindakan semena-mena Rela dan aparat hukum Malaysia lainnya, Wallahualam,
Alee on October 27 2007 18:03:07 0 Comments ·
189 Reads ·
Istri Atase Pendidikan&Kebudayaan RI, Kuala Lumpur ditahan RELA
Kuala Lumpur - Pada hari sabtu tanggal 6/10/07 yang lalu, Istri Atase Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia di Kuala lumpur ditangkap oleh RELA.
Nuslihanah Nurdin, yang adalah merupakan Istri dari bapak Imran Hanafi tetap ditangkap meskipun yang bersakutan telah menjelaskan dirinya adalah Istri diplomat Indonesia di Malaysia.
Setelah ditahan selama 1 jam, Nuslihanah Nurdin akhirnya dibebaskan setelah paspor diplomati diambil ke rumah beliau.
Jurubicara Departemen Luar negeri - seperti dilansir detik.com- Kristiarto sangat menyayangkan tindakan dari anggota RELA tersebut. Dia menyatakn bahwa hal ini sangat memprihatinkan.
Alee on October 09 2007 07:36:10 0 Comments ·
98 Reads ·
PPI-UUM adakan Rapat Anggota ke VII
Sintok – Persatuan Pelajar Indonesia – Universiti Utara Malaysia mengadakan rapat anggota yang ke VII pada tanggal 28 September yang lalu. Rapat Anggota ini adalah forum tertinggi dalam organisasi PPI-UUM.
Islam's holiest day won't stop political jockeying in Jakarta
WILL he or won't he? Can Indonesia's Vice-President Jusuf Kalla muster the support necessary to take on his own boss, President Susilo Bambang Yudhoyono, in the 2009 general elections?
It may be Ramadan, the holiest month on the Muslim calendar, when fasting and contemplation are supposed to replace the cut-throat pace of everyday life, but in Indonesia, politics rarely takes a back seat to piety.
And as the holiest day of all approaches -- Eid ul-Fitr, the commemoration of the legendary battle of Badar, Islam's historic first victory over the infidels of Medina -- campaigning for polls still two years away is building to an unseemly din.
The question occupying Indonesian minds is whether Mr Kalla, a canny businessman from Makassar in South Sulawesi and an ethnic Bugis from a long line of hard bargainers, will set himself free of the alliance that propelled him into the country's leadership to take a tilt at the top job himself.
Others have already thrown or are expected to throw their hats in the ring: former president Megawati Sukarnoputri, ex-armed forces chief Wiranto, outgoing Jakarta governor Sutiyoso and his Yogyakarta counterpart Hamengkubuwono X are only among the most prominent.
Dr Yudhoyono, speaking to reporters at a traditional evening fast-breaking ceremony at the palace in Jakarta this week, put on his best diplomatic hat when asked to comment on the flurry of nominations.
"It's still Ramadan, so we should speak with good manners," he said, but added that any public official who wanted to stand for the presidency would do well to remember their primary task.
"If they don't, it's the people we should feel sorry for. Programs will not get implemented," he warned.
It was perhaps ostensibly a warning for Mr Sutiyoso, the former East Timor commander recently roused from his underwear-clad slumber in a Sydney hotel room by a pair of NSW detectives, and who this week set out on a stump-speech tour of the nation advertising his presidential wares.
But it could also be easily read as a coded warning to Mr Kalla, a sometimes mercurial figure whose ways have not always gelled with those of the reformist Dr Yudhoyono.
On whether his deputy's nomination would unsettle his own plans to run for a second term, Dr Yudhoyono insisted that "my own relationship with Mr Jusuf Kalla is good". But he emphasised that "he's the head of Golkar; he needs to communicate with the Golkar community regarding his political projection for 2009".
And there lies the biggest hurdle for Dr Yudhoyono: the fractious nature of Indonesian politics and the slim hold he has on a coalition dominated by Golkar, the former absolute ruling party of longtime strongman Suharto, which still holds the majority of seats in the parliament's lower house.
Dr Yudhoyono's Democratic Party, with just 7.45 per cent of votes cast at the 2004 elections -- Indonesia's first democratic poll since 1954 -- holds 57 seats in the 550-seat chamber.
Mr Kalla's Golkar, by comparison, took 128 seats with 21.58 per cent; Ms Megawati's Democratic Party of Struggle was close behind, with 109 seats from 18.53per cent.
However, a poll this week by the influential Indonesian Survey Circle found public satisfaction with Dr Yudhoyono's work performance running at just 35.3 per cent, and dissatisfaction at a mighty 58.4 per cent -- both figures representing a new low since the former army general took office.
And praise this week from Dr Yudhoyono for Indonesia's growing democracy -- "the increase in candidates is an increase in choices for the people" -- glossed over the fact that it is still not clear how the sometimes faltering religious Right will play into the 2009 poll.
Groups such as the broadly fundamentalist Prosperous Justice Party, for instance, with 45 seats at the 2004 election, seem to be heading towards the Centre as Golkar tries to scoop up the Islamic-leaning masses.
It hasn't even started, but it looks like being a long campaign.
Source:www.theaustralian.news.com
Alee on October 07 2007 20:29:54 0 Comments ·
163 Reads ·
Malaysia Akan Bentuk Komite Urusan Performer Asing
KUALA LUMPUR, - Malaysia akan membentuk sebuah komite untuk menangani para penampil luar negeri yang akan mengadakan pertunjukan di sana. Para menteri negara tersebut mengumumkan hal itu pada Jumat (5/10), beberapa hari saja sesudah bintang R&B dari AS Beyonce Knowles membatalkan sebuah konsernya di Kuala Lumpur, di tengah ketakutan akan kemungkinan ia diprotes di Malaysia karena identik dengan busana dan gaya yang seksi di panggung.Komite itu akan menyiapkan garis-garis panduan bagi para penampil dari luar negeri mengenai bagaimana mereka harus berperilaku dan berpakaian di Malaysia, kata Menteri Budaya dan Seni, Rais Yatim.
"Kami tidak menghentikan artis-artis asing datang ke Malaysia untuk tampil, tapi lebih kepada kami akan mengatakan bahwa panel ini akan menetapkan bagi mereka aturan yang harus mereka hargai," tuturnya kepada para wartawan. "Mereka harus berbusana secara sopan... dan berperilaku pantas di Malaysia," lanjutnya.
Dalam minggu ini Beyonce telah membatalkan konser perdananya di Malaysia dengan alasan ketidakcocokan jadwal. Namun, sumber-sumber setempat mengatakan, alasan utamanya adalah ketakutan akan kemungkinan ia diprotes lantaran busana dan aksi seksinya di atas pentas.Kata menteri yang sama, komite itu akan juga menjamin bahwa para penampil dalam negeri akan diutamakan sehubungan dengan adanya keluhan-keluhan yang menyebut bahwa para penyelenggara pertunjukan Malaysia berpihak ke para penampil asing, terutama yang berasal dari Filipina.
Tapi, Wakil Presiden Malaysian Association of Hotels, Ivo R Nekvapil, mencatat mengenai kurangnya penampil Malaysia yang bagus. "Masalah yang dihadapi oleh banyak hotel adalah kurangnya grup-grup musik lokal yang bagus. Sejumlah dari mereka malah sangat tidak profesional," ujarnya kepada AFP.
Source : www.kompas.com
Alee on October 07 2007 19:27:27 0 Comments ·
140 Reads ·
dinita 17/08/2008 14:11 assalamualiakum.. mo nanya negh.. mo masukin artikel kumaha nyak..??? haturnuhun pisan euy...heee
Lupus 12/03/2008 13:45 Mo nanya donk..knp y koq masih bnyk page yg masih dlm 'Under Construction'??Pengusus Pusat lg pada sibuk y??hehehe..
mutia 09/02/2008 23:50 hellooo,,,,!!!! waaah,, kenapa masih sepiii yah?? seprtinya, kita semua harus lebih gencar lagi mempromosikan website ini, gak cuma pengurusnya aja,, cayooo!!!
Kopral 31/01/2008 11:35 kepada Pengurus PPI, gmana klo kita buat event ato tour ke daerah tertentu skalian kita mengeratkan tali silahturahmi kita sbg pelajar Indonesia.
Kopral 31/01/2008 11:32 Kayanya ini bukan kampung ato hutan. mungkin PPI kurang menyebarkan info tentang PPI. Bayangkan dari 11,500 indonesian student yang jadi member masa cuma 62. berjuang terus pengurus PPI tuk menyebarka